benner bengkulu

Incumbent Caleg DPRD Palembang Partai PAN ini Dilaporkan ke Bawaslu Palembang 

0 295

Incumbent Caleg DPRD Palembang Partai PAN ini Dilaporkan ke Bawaslu Palembang 

 

Palembang | Sriwijayaterkini.co.id : Bawaslu Kota Palembang terima laporan pengaduan seorang calon legislatif DPRD Kota Palembang bernama Sujarwo dari Partai PAN ini merasa kompetisi pileg yang diikutinya kali ini penuh kecurangan yang ia duga melibatkan penyelenggara dan salah satu incumbent di dapil 4 kota Palembang yang belakangan dari partainya sendiri.

 

Dimana Sujarwo yang ada di nomor urut 1 ini mengadu ke Bawaslu Kota Palembang dengan dugaan manipulasi perolehan suara atau penggelembungan suara dan dugaan politik uang.

 

Sujarwo melalui kuasa hukumnya M Firzah SH membawa sejumlah berkas yang mereka yakini bukti kecurangan yang dilakukan Ruspanda Karibullah caleg DPRD Kota Palembang berstatus incumbent dari Partai PAN, pada Senin (04/03/2024).

 

” Dugaan penggelembungan suara itu kami curigai terjadi di tingkat KPPS, disaat melakukan perhitungan suara,” ucap Firzah.

 

Salah satunya disebut terjadi di TPS 71 kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni, dimana menurut saksi yang disiapkan Sujarwo di TPS tersebut pihaknya mendapatkan perolehan 70 suara sementara RK hanya mendapatkan 3 suara.

 

“Namun justru berbalik dari C1 salinan yang kita pegang, suara klien kami hanya tercatat 3 suara, dan RK mendapat suara 70,” ucap Firzah.

 

” Kejanggalan lainnya itu, waktu perhitungan tidak ada C1 Pleno yang mereka pasang dan tidak ada berita acara mereka gunakan C1 salinan,” ucap dia.

 

Hal sama juga terjadi di TPS 05 karya mulya Sembor, suara RK yang tercatat pada C1 salinan 31 suara. Namun ketika saksi kliennya meminta hitung ulang teryata hanya ada 29 suara.

 

Lalu di TPS 29 kelurahan Sako Baru, SJ dan kuasa hukumnya menaruh rasa curiga terhadap penyelenggara kpps yang bertugas di TPS tersebut.

 

” Suara RK yang tercatat di C1 Plano dan salinan mendapat 147 suara tapi semacam ada kejanggalan pada kolom pertama yang tertulis angka 1 seperti ada coretan yang awalnya tanda silang. Namun di TPS ini ketika saksi kita ingin minta hitung ulang tidak dilakukan karena keterbatasan waktu,” ucap Firzah.

 

Terkait itu Firzah juga menjelaskan kliennya SJ berdasarkan perhitungan suara dari C1 salinan yang mereka dapatkan sebanyak 4927 suara dan RK menjadi caleg dengan perolehan suara terbanyak yang tercantum diangka 9000 suara lebih.

 

Lebih lanjut, terpisah SJ yang juga dimintai kecurangan berharap pihak Bawaslu Kota Palembang dapat menindaklanjuti pengaduan yang pihaknya buat.

” Harapan kita bawaslu dapat menindaklanjuti laporan kita ya, yang jelas suara kita dikit cuman merugikan caleg lain,” ucap SJ.

 

Sementara dugaan politik uang yang dilakukan incumbentnya itu, SJ juga menghadirkan salah satu warga asal jalan Nusa Penida Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang.

 

Dia adalah Hendra Wijaya (44) kepada wartawan Sumselupdate.com menceritakan kronologis dugaan politik uang yang diduga dilakukan RK.

” Itu terjadi H-1 hari pencoblosan sekitar jam 11 malam ada dua orang yang datang ke rumah saya dimana salah satunya masih berada di motor dan satunya mengasikan saya amplop yang bertuliskan nama RK,” ucap Hendra Wijaya yang tercatat sebagai pemilih di TPS 89 Kelurahan Sako Palembang.

 

Dalam amplop itu juga tertuliskan caleg partai Demokrat untuk pileg DPRD Provinsi Sumsel dan Caleg DPR RI dari Partai PAN berinisial UH.

” Sampai sekarang belum saya buka isinya berapa, termasuk yang ngasih amplop itu saya tidak kenal tapi itu pasti timsesnya, saat memberikan amplop itu hanya bilang jangan lupa ya coblos ini” ucap Hendra.

 

Namun Hendra tak bisa memastikan selain dia apakah ada orang lain seperti tetangganya yang juga mendapatkan amplop tersebut.” Saya tidak tau apa dapat juga atau tidak, tapi kemungkinan ada dapat,” ucap Hendra.

 

Terpisah salah satu komisioner Bawaslu Kota Palembang, Kharil Anwar Simatupang saat dikonfirmasi terkait pengaduan yang dilayangkan SJ tersebut menjelaskan pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu.

” Nanti kita pelajari dulu, ” singkatnya saat dikonfirmasi.

 

Komfirmasi juga dilakukan ke RK melalui pesan WhatsApp termasuk beberapa kali dihubungi, namun hingga berita ini diturunkan belum memberikan respon.

Leave A Reply

Your email address will not be published.